Program Studi Teknologi Informasi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Bersama mitra dari Praktisi Akademi Kesehatan yang telah dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Agustus 2022 secara offline di Hotel Grand Rohan Jogja pada pukul 13.00 hingga pukul 15.30 WIB. Pokok pembahasan pada diskusi ini pendampingan rancangan kurikulum Program Studi Teknologi Informasi 2022 dan rencana pembelajaran semester oleh Advisory Board (Dewan Penasehat). Kegiatan ini juga berfungsi sebagai wadah diskusi terkait topik visi, misi, program dan kurikulum serta student outcome.

Kurikulum salah satu elemen penting yang ada dalam sistem pendidikan sebagai arah dan pedoman dalam pelaksanaan proses pembelajaran atau pendidikan, terkhusus lembaga pendidikan formal. Kurikulum berisi sekumpulan rencana, tujuan, dan materi pembelajaran. Metode dan cara mengajar yang akan menjadi pedoman bagi setiap pengajar supaya bisa mencapai target dan tujuan pembelajaran dengan baik. Tanpa adanya sebuah kurikulum pembelajaran tidak terarah sehingga tidak menghasilkan hasil yang baik.

Kegiatan diskusi Prodi S1 Teknologi Informasi UNISA Yogyakarta ini mengundang 2 Narasumber dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gajah Mada (UGM) yang dihadiri oleh Dr. Guardian Yoki  Sanjaya, MHIthInfo dan Staff Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) PKU Yogyakarta yang dihadiri oleh Mochamad Lutfi Huzairi, S.Kom  selaku dewan penasihat dan mitra PTN. Acara ini dihadiri juga oleh Kepala Program Studi Teknologi Informasi Zahra Arwananing Tyas, S.Kom., M.Cs. serta dosen-dosen Teknologi Informasi UNISA Yogya.

Dr. Guardian Yoki  Sanjaya, MHIthInfo selaku dewan penasehat dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gajah Mada (UGM) menyampaikan beberapa masukan penting terkait perumusan hingga penyusunan sebuah kurikulum yang sesuai dengan aturan yang ada. Beberapa poin yang harus diperhatikan Prodi Teknologi Informasi UNISA Yogya antara lain a) Mata Kuliah berbasis ilmu Kesehatan diberikan pada awal perkuliahan sebelum pembahasan terkait ecommerce, sebagai penciri Kesehatan b) Mahasiswa diarahkan untuk banyak melakukan praktik terhadap data besar pada instansi Kesehatan c) Mahasiswa diberikan materi terkait dampak TI untuk Kesehatan atau melakukan evaluasi terhadap sistem/aplikasi Kesehatan yang digunakan dan beberapa poin lainnya yang merujuk pada fokus/batasan dari masing-masing mata kuliah Kesehatan.

Mochamad Lutfi Huzairi, S.Kom selaku dewan penasehat dari Staff Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) PKU Yogyakarta menyamaikan beberapa pembahasan antara lain a) Mahasiswa diberikan gambaran fokus 1 core/multi core terhadap artificial intelligence dan integrasi sistem b) Pengolahan Bigdata perlu diberikan sebagai praktikum atau tugas akhir untuk mahasiswa c) Memberikan pemahaman/gambaran kepada mahasiswa Digital Forensik dan Sains Data fokus apa dan lulusan harus menguasai apa.

Zahra Arwananing Tyas, S.Kom., M.Cs. selaku kepala Program Studi Teknologi Informasi sangat berharap dengan adanya kegiatan pendampingan ini mampu memberikan pencerahan untuk tim penyusun kurikulum Program Studi Teknologi Informasi dalam menyusun kurikulum lebih baik lagi sebagai bahan ajar mahasiswa saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Harapan Prodi S1 Teknologi Informasi dengan arahan dan pendampingan dari dewan penasehat kurikulum menjadikan prodi S1 Teknologi Informasi di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta lebih baik dan mencapai visi misi yang telah dibuat, serta prodi Teknologi Informasi mampu menciptakan lulusan yang kompeten dan siap meghadapi dunia kerja.

Apakah artikel ini bermanfaat? bagikan ke teman Anda!