Notice: Undefined variable: id in /var/www/wordpress_psti/wp-content/plugins/current-post/includes/current-post-functions.php on line 446

1. Tentukan Target Pasar

Menentukan target pasar yang tepat penting bagi bisnis. Langkah ini juga perlu dilakukan sebagai cara mendapatkan klien untuk bisnis jasa pembuatan website.

Dengan target pasar yang jelas, Anda akan lebih fokus dalam memasarkan produk dan biaya promosinya pun akan jauh lebih kecil.

Tidak hanya itu, pengembangan usaha juga akan lebih mudah dengan lingkup yang kecil dulu. Misalnya, menarget pasar lokal hingga nasional, sebelum masuk ke pasar internasional.

Untuk menentukan target pasar bagi bisnis Anda, mulailah dengan mengamati persaingan usaha dulu. Lalu, lanjutkanlah dengan membuat buyer persona sebagai sosok representasi konsumen Anda. Kemudian, Anda bisa mengelompokkan konsumen berdasarkan kebutuhannya akan produk Anda. 

2. Terapkan One-Stop Shopping

Coba Anda tanya ke diri Anda sendiri: Anda memilih mengunjungi berbagai toko berbeda untuk berbelanja atau hanya ke satu toko yang menyediakan semua kebutuhan Anda?

Jawabannya tentu yang kedua, ya? Ini juga berlaku dalam bisnis pembuatan website.

Penjelasannya seperti ini. Tidak semua calon konsumen tahu apa yang mereka butuhkan. Dan, konsumen akan menggunakan pilihan termudah untuk mereka.

Artinya, bisa saja konsumen menganggap dengan menggunakan jasa Anda website mereka akan langsung aktif. Padahal, sebuah website membutuhkan hosting dan domain untuk bisa online. Dan, keduanya adalah produk terpisah yang harus dibeli sendiri.

3. Lakukan Optimasi Landing Page

Landing page adalah salah satu halaman terpenting bagi website bisnis karena mampu mendorong pengunjung untuk langsung melakukan transaksi.

Melakukan optimasi landing page merupakan cara mendapatkan klien baru yang efektif.

4. Upselling dan Cross Selling

Apabila upaya Anda mendapatkan klien baru belum berhasil, cobalah lakukan upselling dan cross selling untuk klien Anda saat ini.

Upselling adalah menjual produk dengan nilai jual lebih tapi memiliki manfaat yang lebih besar, sedangkan cross selling adalah menjual produk yang berbeda tapi masih sesuai dengan kebutuhan konsumen. 

Kedua langkah tersebut merupakan salah satu cara mempertahankan konsumen agar terus menggunakan produk Anda.

Sebagai contoh, jika Anda memiliki produk yang memberikan bantuan support selama 3 bulan, Anda bisa menawarkan perpanjangan support dengan harga khusus. Atau, Anda bisa menawarkan paket pembuatan website dengan bundling beberapa plugin yang meningkatkan fungsionalitas website.

Hal ini tidak hanya berlaku untuk pelanggan saat ini saja. Anda juga bisa mencoba menghubungi klien lama Anda dan memberikan penawaran yang menjadi kendala dari konsumen tersebut.

Apakah artikel ini bermanfaat? bagikan ke teman Anda!