PSTI UNISA Yogyakarta Gelar Workshop Internasional, Bahas Dampak Nyata AI dan Large Language Models

Yogyakarta (13/4) – Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sukses menggelar acara Workshop Kode Internasional bertajuk “Applied AI and Large Language Models: From Research to Real-World Impact”. Acara bergengsi yang dilangsungkan di Auditorium lantai 2 Gedung Siti Moendjijah ini menghadirkan pakar teknologi kecerdasan buatan, Prof. Dr. Abdul Karim yang saat ini menjabat sebagai profesor riset di Hallym University, Korea Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan sivitas akademika mengenai perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) dari tahap riset hingga penerapan dan dampaknya secara nyata di kehidupan sehari-hari.

Acara tersebut dibuka secara resmi dengan sambutan hangat dari Dekan FST UNISA Yogyakarta, Tika Ainunnisa Fitria, S.T., M.T., Ph.D.. Dalam pidatonya, Tika menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kehadiran Prof. Abdul Karim untuk berbagi ilmu dan pengalamannya kepada para dosen serta mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi. Ia juga menaruh harapan besar agar kegiatan ini dapat membuka pintu bagi terciptanya berbagai kolaborasi internasional di masa mendatang, tidak hanya sebatas perkuliahan, melainkan juga penelitian bersama (research) dan pengajuan program hibah (grant).

Memasuki presentasi inti, Prof. Dr. Abdul Karim, yang juga merupakan alumni Program Doktoral Universitas Gadjah Mada (UGM), memaparkan materi komprehensif mengenai ekosistem Large Language Models (LLM). Beliau membedah cara kerja arsitektur Transformer serta evolusi pemodelan bahasa cerdas, mulai dari arsitektur encoder seperti BERT, hingga model decoder populer seperti keluarga GPT. Prof. Karim menyoroti bahwa implementasi LLM kini telah menyentuh berbagai sektor krusial, di antaranya di bidang kesehatan untuk sistem pendukung keputusan klinis dan diagnosis, serta inovasi pembelajaran real-time di sektor pendidikan. Meski menjanjikan, ia turut mengingatkan adanya tantangan utama dalam penelitian AI saat ini, yakni perihal regulasi serta masalah privasi data.

Antusiasme sivitas akademika UNISA terlihat jelas pada sesi diskusi dan tanya jawab interaktif yang dipandu oleh moderator Dr. Arizona Firdonsyah. Para peserta dengan proaktif menggali tantangan implementasi AI di berbagai bidang, mulai dari pemanfaatan sistem robot penyelamat di skenario darurat, strategi kolaborasi riset lokal dan global, hingga berdiskusi mengenai lonjakan harga perangkat keras komputer (RAM dan memori) di era maraknya generative AI. Melalui lokakarya internasional ini, UNISA Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam membekali generasi ahli teknologi informasi dengan pengetahuan global agar adaptif terhadap tantangan inovasi masa depan. (Tri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *