Tingkatkan Literasi Kesehatan, UNISA Yogyakarta Gelar Pelatihan Aplikasi Deteksi Dini Diabetes Mellitus di Baciro

Yogyakarta – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar pelatihan penggunaan aplikasi sistem pakar deteksi dini Diabetes Mellitus (DM) bagi ibu-ibu PKK RT 55 RW 11, Kelurahan Baciro pada Minggu, 15 Februari 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 35 peserta ini merupakan upaya konkret untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pencegahan penyakit tidak menular.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber kompeten dari UNISA Yogyakarta. Ibu Silvi Lailatul Mahfida, S.Gz, MPH, Dosen Program Studi Gizi UNISA Yogyakarta, yang memaparkan materi tentang asupan gizi seimbang untuk pencegahan dan pengelolaan diabetes. Dalam sesinya, peserta diperkenalkan pada konsep Diabetes Mellitus, gejala awal, faktor risiko, pentingnya deteksi dini, serta hubungan pola makan bergizi seimbang dalam mencegah DM.

Sementara itu, Ibu Fadlillah Mukti Ayudewi, S.Kom., M.Kom., Dosen Program Studi Teknologi Informasi UNISA Yogyakarta memberikan pelatihan dalam penggunaan aplikasi Diabex, sebuah aplikasi sistem pakar untuk deteksi dini Diabetes Mellitus yang dapat diakses melalui laman diabex.psti.unisayogya.ac.id

Kegiatan dirancang secara sistematis, dimulai dari pengenalan dasar tentang Diabetes Mellitus, dilanjutkan dengan pendampingan penggunaan aplikasi dimana peserta dipandu untuk mengakses aplikasi Diabex melalui smartphone masing-masing. Pada tahap simulasi penggunaan, peserta mencoba langsung mengisi data gejala pada aplikasi dan memahami hasil prediksi risiko yang diberikan.

Aplikasi Diabex yang dikembangkan oleh mahasiswa dan dosen PSTI UNISA ini memungkinkan masyarakat melakukan skrining awal risiko diabetes secara mandiri. Cara penggunaannya cukup sederhana:

pengguna membuka laman diabex.psti.unisayogya.ac.id, memilih menu “Mulai Diagnosa”, memasukkan data usia dan jenis kelamin, memilih gejala yang dirasakan, kemudian mengklik “Proses Diagnosa” untuk mendapatkan hasil. Hasil diagnosa menunjukkan tingkat risiko dan dapat dicetak sebagai referensi untuk konsultasi ke fasilitas kesehatan.

Tim mahasiswa yang terdiri dari Khubaib Sidqo Ahmada, Arifa Fitra Salima, Andri, dan Ghina Fadhillah memberikan pendampingan kepada setiap peserta hingga mereka mampu menggunakan aplikasi secara mandiri. Antusiasme peserta juga sangat tinggi, terlihat dari aktifnya dalam mencoba aplikasi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar penggunaan aplikasi.

Untuk mengukur efektivitas kegiatan, tim pengabdian melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test yang mengukur pemahaman peserta tentang Diabetes Mellitus dan penggunaan aplikasi sebagai alat edukasi kesehatan.

 

Melalui kegiatan ini, Tim pengabdian UNISA Yogyakarta berharap aplikasi Diabex dapat terus digunakan oleh masyarakat untuk deteksi dini secara mandiri, sehingga dapat menekan angka kejadian komplikasi Diabetes Mellitus melalui upaya preventif dan deteksi sedini mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *